Gaungkan Gerakan Anti-Bullying Berbasis Keluarga,DIKBUD Sumbawa Peringati Hardiknas 2026

1777191518718

Sumbawa Besar,Ai9News.id- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa meluncurkan gerakan bertajuk “Bersama Ayah/Ibu Kami Terlindungi” sebagai upaya konkret mencegah perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Kepala Dikbud Sumbawa, Budi Sastrawan S.IP., M.Si, menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari hasil uji sosiometri di sejumlah SMP yang menunjukkan masih perlunya penanganan serius terhadap persoalan bullying di kalangan pelajar.

Melalui program ini, pemerintah daerah ingin menggeser pola penanganan masalah anak dari sekadar prosedur administratif menjadi pendekatan batiniah yang lebih menyentuh antara sekolah, anak, dan orang tua.

Rangkaian acara akan dimulai pada 29 April 2026 dengan Festival Permainan Rakyat yang mewajibkan kolaborasi antara orang tua dan anak dalam permainan tradisional seperti Balogo dan Main Hadang.

Kegiatan ini dirancang untuk mencairkan sekat komunikasi dan membangun kembali rasa saling percaya melalui kegembiraan bermain. Budi menekankan bahwa kearifan lokal adalah media terbaik untuk menciptakan interaksi sehat yang selama ini mulai hilang di tengah dinamika remaja yang kian kompleks.

Pada 30 April pagi, suasana akan lebih emosional melalui agenda “Satu Jam Bersama Ayah/Ibu di Sekolah”. Dalam sesi ini, ruang kelas menjadi tempat privat bagi anak untuk mencurahkan seluruh isi hati dan keresahan sosial mereka langsung kepada orang tua tanpa intervensi pihak lain.

Budi menjelaskan bahwa kehadiran orang tua sebagai pendengar aktif sangat penting untuk memvalidasi perasaan anak, sehingga anak merasa memiliki pelindung utama dalam menghadapi tekanan di lingkungan pergaulannya.

Puncak komitmen moral akan dilaksanakan pada malam harinya melalui prosesi “Malam Seribu Cahaya” yang diisi dengan aksi pemadaman lampu serentak selama lima menit.

Di bawah cahaya senter ponsel, para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat akan membacakan ikrar setia untuk menjaga anak-anak dari pengaruh negatif dan praktik perundungan. Prosesi kontemplasi ini bertujuan menyentuh kesadaran kolektif bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda lagi demi masa depan mereka.

Seluruh rangkaian ini akan diakhiri dengan upacara bendera serentak pada 2 Mei 2026 di seluruh SD dan SMP se-Kabupaten Sumbawa.

Budi Sastrawan berharap momentum Hardiknas kali ini menjadi titik balik bagi dunia pendidikan di Sumbawa untuk lebih memanusiakan manusia.

Dengan memadukan data saintifik dan ketulusan hati, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjamin keamanan fisik dan psikologis bagi setiap peserta didik.*(Ai9)

About The Author