Antisipasi ODP,OTG dari Zona Merah Mulai Besok Lunyuk Lakukan Penutupan Wilayah
Sumbawa Besar, Ai9news.id- Saat ini NTB telah ditetapkan sebagai zona merah dengan terkonfirmasinya 37 orang Positif Covid-19 dan salah satunya berada di Kabupaten Sumbawa tepatnya Kecamatan Lunyuk. Berdasarkan pemantauan Tim Gugus Tugas Kabupaten, Sub Gugus Tugas Kecamatan dan Tim Relawan Desa maupun Dusun, ada penambahan pendatang dari zona merah yang semakin banyak, terutama pendatang dari Aikmel, Lombok Timur yang semakin meningkat di Lunyuk.
Dalam dua hari terakhir ini terjadi penambahan sekitar 72 orang. 53 orang melalui Pintu Lunyuk Rea dan 19 orang dari Pintu Posko Bontong-KSB menggunakan Sepeda Motor.
Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, mulai Selasa 15 April 2020 Pemerintah Kecamatan Lunyuk akan menutup akses keluar masuk Kecamatan Lunyuk, hal ini dilakukan untuk meminimalisir banyaknya pendatang dari zona merah ke Lunyuk.
Camat Lunyuk Drs. Iwan Syofian yang dikonfirmasi media ini, Senin (14/04/2020) mengatakan bahwa, mengingat banyaknya pendatang yang masuk ke Lunyuk dari zona merah seperti Aikmel Lombok Timur dan banyaknya ODP dan OTG maka mulai Selasa 15 April esok Pemerintah Lunyuk akan mulai membatasi keluar masuk orang dan portal di gerbang Lunyuk maupun seluruh Desa akan mulai terpasang.
“Kami akan melakukan uji coba selama dua minggu kedepan, terhitung mulai tanggal 15-22 April 2020, jadi kami menghimbau seluruh masyarakat Lunyuk yang ada diluar untuk tidak pulang dulu ke Lunyuk, demikian juga kepada masyarakat di dalam Lunyuk untuk tidak keluar dulu kecuali ada urusan penting yang urgency yang tidak bisa ditunda waktunya namun tetap melalui prosedur yang ada,” terang Camat Lunyuk.
Lanjut Iwan, Hingga kini jumlah pendatang dari zona merah tercatat sebanyak 570 orang. Dengan status ODP dan telah diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri namun menghadapi semakin meningkatnya pendatang masuk ke Lunyuk Tim Relawan Desa telah membuat portal masing-masing desa. Juga akan menolak semua pendatang, kecuali karena alasan pulang libur.
“Hal demikian dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan juga atas desakan seluruh Tim Relawan Desa yang semakin kewalahan di lapangan dalam mengatasi serbuan warga yang datang dengan alasan mengamankan diri sementara tujuan mereka dinilai tidak jelas. Kecuali santri yang pulang libur, maupun mahasiswa asal Lunyuk dan juga buruh migran,” jelas Camat Iwan.
Selain itu, pantau relawan di lapangan banyak ODP yang datang dari zona merah yang tidak jujur dan tidak kooperatif, mereka mengatakan dari Sumbawa padahal dari Lombok Timur dan juga banyak ODP yang sedang isolasi diri tidak disiplin dan masih keluar sembunyi-sempunyi dengan berbagai alasan termasuk alasan mencari nafkah dan hal seperti inilah salah satu yang dikhawatirkan.
“Untuk membantu ODP yang sedang mengisolasi diri agar tidak keluar rumah sebelum 14 hari lamanya, kami telah mengumpulkan para donatur secara swadaya agar dapat mensuport bahan pokok kepada mereka yang membutuhkan terutama orang tua yang ada di Desa Padasuka,” terang Iwan.
Untuk merapikan semua ini kembali, kami minta waktu agar semua langkah-langkah yang telah disusun dapat berjalan dengan baik dan tentunya bersama aparat yang ada di Lunyuk. Mohon bantu kami dengan mentaati semua himbauan yang telah dikeluarkan agar Lunyuk dapat terbebas dari virus berbahaya ini, semoga kita semua selalu sehat dan senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu Wataala Tuhan Semesta Alam, serta wabah ini segera berlalu, tutup Camat Iwan. (Ai9/Sr)


