Bos BCC Siap Bertarung Rebut Kursi Senayan 2024

0
IMG-20220322-WA0134

 

 

Sumbawa Besar, Ai9news.id– Nama Boris Syaifullah sebagai pemilik perusahaan BCC beberapa tahun  belakangan ini cukup ramai menghiasi sejumlah media lokal dan medsos di NTB khususnya Sumbawa. Boris selain menjadi pengusaha kabel serat optic, dia juga saat ini sebagai Dewan penasehat Kadin kota bandung, pria kelahiran Labuan Kuris Sumbawa NTB ini. Siapa sangka pria yang sempat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea ini, saat ini telah menajdi pengusaha sukses dan berhasil merebut kepercayaan pemerintah pusat, dimana saat ini ia berhasil memimpin perusahaan Korea di Indonesia menjadi Direktur selama kurang lebih 2 tahun.

 

Dan tepatnya pada 17 November 2015, semua fasilitas menggiurkan dari perusahaan asing itu ditinggalkan dan justru mendirikan perusahaan sendiri, namanya PT Borsya Cipta Communica (BCC)  singkatan dari namanya Boris Syaifullah.dan usaha ini ia rintis dari nol hanya bermodal jaringan bisnis dan kolega. ‘’ Saat ini ia miliki saham BCC 100 persen. Dan untuk memastikan kepemilikan saham sebuah PT, siapa saja bisa mengaksesnya di web AHU Dirjen Administrasi Hukum Umum, Kemenkum HAM RI’’.

 

Disampaikan Boris sapaan akrabnya didepan sejumlah awak media,Sejak berdiri, perkembangan BCC sangat pesat, seiring  kebutuhan jaringan dan infrastruktur internet di Indonesia. Tahun 2018 BCC merupakan perusahaan pembayar pajak terbesar di Kota Bandung. Tentu bisa dibayangkan omsetnya perbulan. Dan seiring dengan pertumbuhan yang mengesankan, sejumlah organisasi profesi mulai melirik dan menyeretnya. Misalnya di tahun 2019  ikut kompetisi merebut Ketua Kadin Jabar, meski gagal merebut kursi ketua, namun ia tetap dipercaya di divisi urusan Korea.’’Ungkapnya’’

 

Dan ditahun yang sama boris kembali dipercaya memimpin Asosiasi Pengusaha Nasional Telekomunikasi (Apnatel) dan sejumlah jabatan di beberapa organisasi lainnya termasuk di tahun 2021 duduk di jajaran pengurus KADIN Pusat, dan yang terbaru dipercaya menjadi dawan penasehat KADIN Bandung.

 

Selain berkiprah didunia bisnis telah memiliki nama besar di pulau jawa, ia juga ingin mengabdikan dirinya di tanah kelahirannya yakni di Sumbawa besar, dalam hal ini ia berhasil mendirikan sebuah Sekolah yang diberi nama SMKN Borsya ‘’’ Saat ini SMKN Borsya sudah memasuki tahun kedua, dan upaya ini sebagai bentuk dan upaya upaya memperluas ladang pengabdian atas rezeki yang diberikan Tuhan YME. Biaya operasional sekolah ditanggung oleh kantor pusat BCC. Bukan dari APBN dan bukan pula APBD.  Tahun pertama semua murid dibebaskan dari semua pungutan termasuk seragam sekolah’’. Jelas Boris.

 

Lanjutnya, adapun niat didirikannya Sekolah tersebut, tidak lain yakni, lahirnya tenaga siap pakai di jaringan infrastruktur khususnya dijaringan bisnis BCC yang saat ini masih sangat kurang. Sehingga ke depan SDM lulusan dari SMKN Borsya  tidak menjadi masalah dalam pengembangan bisinis BCC.

 

BCC dan Boris menyadari, untuk memacu bisnis tidak bisa tidak harus dengan strategi dan bersiasat. Membangun branding, masuk ke organisasi profesi untuk menghimpun kekuatan dan daya tekan, membangun jaringan adalah caranya, dan semua itu adalah dana besar. Dan efek dari semakin mencuatnya sosok dan branding, Boris dan BCC, sudah tentu banyak pertanyaan, dan akan menjadi sasaran tembak. Sesuatu yang wajar dan tentu saja Boris, BCC dan kawan-kawannya telah menyiapkan diri untuk itu.

 

Demikian juga  kabar yang santer beredar bahwa Boris Syaifullah akan terjun ikut dalam kontes pemilu 2024 mendatang dengan niat yang kuat ingin menjajal kursi DPR RI dari Dapil pulau Sumbawa. Menurutnya, itu merupakan bagian dari strategi dalam menaga kerajaan bisnis yang telah ia tekuni selama ini, politik dan bisnis sesuatu yang tak terhindarkan saling mempengaruhi. Pada posisi tertentu target sebuah bisnis semakin jauh dan semakin besar. Tetapi tentu efek social harus tinggi agar menjadi berkah, dan yang tak kalah pentingnya adalah ingin membangun generasi muda dengan sentuhan teknologi dan yang paling utama adalah pengabdiannya untuk membangun tanah kelahiran yakni tanah samawa yang ia cintai’’.Tegas Boris (Yd/Ai9news)

Bos BCC Siap Bertarung Rebut Kursi Senayan 2024

Sumbawa Besar, Ai9news.id– Nama Boris Syaifullah sebagai pemilik perusahaan BCC beberapa tahun belakangan ini cukup ramai menghiasi sejumlah media lokal dan medsos di NTB khususnya Sumbawa. Boris selain menjadi pengusaha kabel serat optic, dia juga saat ini sebagai Dewan penasehat Kadin kota bandung, pria kelahiran Labuan Kuris Sumbawa NTB ini. Siapa sangka pria yang sempat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea ini, saat ini telah menajdi pengusaha sukses dan berhasil merebut kepercayaan pemerintah pusat, dimana saat ini ia berhasil memimpin perusahaan Korea di Indonesia menjadi Direktur selama kurang lebih 2 tahun.

Dan tepatnya pada 17 November 2015, semua fasilitas menggiurkan dari perusahaan asing itu ditinggalkan dan justru mendirikan perusahaan sendiri, namanya PT Borsya Cipta Communica (BCC) singkatan dari namanya Boris Syaifullah.dan usaha ini ia rintis dari nol hanya bermodal jaringan bisnis dan kolega. ‘’ Saat ini ia miliki saham BCC 100 persen. Dan untuk memastikan kepemilikan saham sebuah PT, siapa saja bisa mengaksesnya di web AHU Dirjen Administrasi Hukum Umum, Kemenkum HAM RI’’.

Disampaikan Boris sapaan akrabnya didepan sejumlah awak media,Sejak berdiri, perkembangan BCC sangat pesat, seiring kebutuhan jaringan dan infrastruktur internet di Indonesia. Tahun 2018 BCC merupakan perusahaan pembayar pajak terbesar di Kota Bandung. Tentu bisa dibayangkan omsetnya perbulan. Dan seiring dengan pertumbuhan yang mengesankan, sejumlah organisasi profesi mulai melirik dan menyeretnya. Misalnya di tahun 2019 ikut kompetisi merebut Ketua Kadin Jabar, meski gagal merebut kursi ketua, namun ia tetap dipercaya di divisi urusan Korea.’’Ungkapnya’’

Dan ditahun yang sama boris kembali dipercaya memimpin Asosiasi Pengusaha Nasional Telekomunikasi (Apnatel) dan sejumlah jabatan di beberapa organisasi lainnya termasuk di tahun 2021 duduk di jajaran pengurus KADIN Pusat, dan yang terbaru dipercaya menjadi dawan penasehat KADIN Bandung.

Selain berkiprah didunia bisnis telah memiliki nama besar di pulau jawa, ia juga ingin mengabdikan dirinya di tanah kelahirannya yakni di Sumbawa besar, dalam hal ini ia berhasil mendirikan sebuah Sekolah yang diberi nama SMKN Borsya ‘’’ Saat ini SMKN Borsya sudah memasuki tahun kedua, dan upaya ini sebagai bentuk dan upaya upaya memperluas ladang pengabdian atas rezeki yang diberikan Tuhan YME. Biaya operasional sekolah ditanggung oleh kantor pusat BCC. Bukan dari APBN dan bukan pula APBD. Tahun pertama semua murid dibebaskan dari semua pungutan termasuk seragam sekolah’’. Jelas Boris.

Lanjutnya, adapun niat didirikannya Sekolah tersebut, tidak lain yakni, lahirnya tenaga siap pakai di jaringan infrastruktur khususnya dijaringan bisnis BCC yang saat ini masih sangat kurang. Sehingga ke depan SDM lulusan dari SMKN Borsya tidak menjadi masalah dalam pengembangan bisinis BCC.

BCC dan Boris menyadari, untuk memacu bisnis tidak bisa tidak harus dengan strategi dan bersiasat. Membangun branding, masuk ke organisasi profesi untuk menghimpun kekuatan dan daya tekan, membangun jaringan adalah caranya, dan semua itu adalah dana besar. Dan efek dari semakin mencuatnya sosok dan branding, Boris dan BCC, sudah tentu banyak pertanyaan, dan akan menjadi sasaran tembak. Sesuatu yang wajar dan tentu saja Boris, BCC dan kawan-kawannya telah menyiapkan diri untuk itu.

Demikian juga kabar yang santer beredar bahwa Boris Syaifullah akan terjun ikut dalam kontes pemilu 2024 mendatang dengan niat yang kuat ingin menjajal kursi DPR RI dari Dapil pulau Sumbawa. Menurutnya, itu merupakan bagian dari strategi dalam menaga kerajaan bisnis yang telah ia tekuni selama ini, politik dan bisnis sesuatu yang tak terhindarkan saling mempengaruhi. Pada posisi tertentu target sebuah bisnis semakin jauh dan semakin besar. Tetapi tentu efek social harus tinggi agar menjadi berkah, dan yang tak kalah pentingnya adalah ingin membangun generasi muda dengan sentuhan teknologi dan yang paling utama adalah pengabdiannya untuk membangun tanah kelahiran yakni tanah samawa yang ia cintai’’.Tegas Boris (Yd/Ai9news)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *