Bupati Sumbawa Pimpin expose DED Simpang Bingung

Untuk dijadikan ikon Kota Sumbawa, DED pembangunan simpang bundaran sernu atau lebih dikenal dengan simpang bingung di expose pada Senin siang (22/7) di Aula H. Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa. Hadir pada acara tersebut Bupati Sumbawa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kab. Sumbawa, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Kadis PRKP beserta jajaran, Pimpinan OPD, Direksi PT. AMNT, konsultan.
Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk dari tindak lanjut dari pertemuan dengan Direksi PT. AMNT beberapa waktu yang lalu, serta pembicaraan dengan direksi PT. Bank BRI dan Bank NTB Syariah. Bupati mengharapkan agar lokasi simpang bingung dapat dioptimalkan pemanfaatannya guna menambah daya tarik dan keindahan kota Sumbawa. “Tugu yang kita bangun ini, saya harapkan dapat menjadi ikon, land mark atau penanda kota sehingga dapat menjadi kebanggaan kita Tau Samawa. Dibeberapa tempat kita lihat tugu bukan semata-mata bangunan monumental. Tapi juga memiliki nilai-nilai historical yang akan mampu menyambung kenangan baik, antar generasi. Karenanya nilai filosofi perlu menjadi bahan pertimbangan,” ucapnya.

Mengamati 5 (lima) alternatif rancangan (design) konsep tugu yang dipaparkan oleh konsultan PT. Adi Cipta Mataram, dimana konsep tugu untuk alternatif pertama mengangkat bentuk khas dan unsur yang ada dirumah tradisional Sumbawa yakni istana dalam loka, alternatif kedua mengangkat unsur tambo yakni sejarah budaya 5 suku di Sumbawa, yang ketiga mengangkat konsep bale jam, yang memiliki nilai sejarah, dan diharapkan bale jam ini dapat berdenting disetiap 5 waktu shalat, alternatif keempat mengangkat konsep kubah emas dan bangunan Sumbawa yang melambangkan pandangan keagamaan penduduk Sumbawa, serta konsep kelima yakni kubah dan motif khas bangunan Sumbawa.
Bupati menilai sudah cukup baik, dengan mengharmonikan antara unsur kearifan lokal dengan komponen kekinian (era millenial) serta dimensi alamiah yang terdiri dari unsur air, tanaman, tanah dan batu, tentunya dengan tetap mempertimbangkan faktor tekstur, warna dan pencahayaan sebagai pelengkap kesan dan suasana yang dapat memberikan kesejukan di tengah panasnya Kota Sumbawa.
Terkait keberadaan Kota Sumbawa sebagai area hunian yang menjadi konsentrasi permukiman penduduk, pusat berbagai kegiatan sosial ekonomi masyarakat, pusat pelayanan pemerintahan, pusat aktifitas perdagangan dan industri, diakui saat ini perkembangannya semakin pesat, yang ditandai dengan pertambahan jumlah penduduk, perkembangan perumahan, serta fasilitas sosial ekonomi lainnya seiring perkembangan kemajuan sosial budaya dan ekonomi serta kemajuan teknologi dan komunikasi yang ada, dan secara positif hal ini menguntungkan, karena dengan perkembangan yang baik, aktifitas warga kota menjadi dominan pada bidang perdagangan, jasa dan pelayanan.
Bupati menginstruksikan kepada Pimpinan OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa untuk segera melakukan penataan kembali keberadaan taman-taman kantor masing-masing serta membentuk komunitas pencinta taman pada masing-masing kantor, sehingga taman-taman yang ada dapat terjaga dan terpelihara secara berkelanjutan.