Ketua DPRD Sumbawa Apresiasi Masjid Kampus dan Pusat Pembelajaran Gratis URuP
Sumbawa,Ai9news.id – Ketua DPRD Sumbawa Hadiri dan Apresiasi Sosialisasi Masjid Kampus dan Pusat Pembelajaran Gratis URuP
Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq hadiri Undangan Sosialisasi, Pelantikan dan Kuliah Umum Senin (21/06), di Aula Madilaoe ADT, Lantai III Kantor Bupati Sumbawa yang diselenggarakan oleh Yayasan Peneleh Jang Oetama Regional Sumbawa.
Ditemui Ai9news, usai Acara Abdul Rafiq Sangat mengapresiasi Kiprah Yayasan Peneleh Jang Otama, Karena sangat penting untuk menjaga dan memantabkan Iman, Tauhid Serta peradaban Nusantara
” harapan kami gerakan Sumbawa mantab Tauhidnya menjadi pemikiran bersama seluruh elemen bagi para pemangku pembangunan daerah, tak lupa pula peran Swasta berbasis pendidikan sangat penting” ujarnya.
Kami optimis dengan keberadaan Yayasan ini akan melahirkan pemimpin bangsa karena hal ini telah terbukti dari sejarah para pendirinya melahirkan tokoh penting di negeri ini. Seperti bung Karno, Buya Hamka, dan lain-lain imbuhnya.
Mendengar Apa yang telah dilakukan yayasan di Wilayah selatan Sumbawa maka ini saya bergembira Karena semua wilayah di Sumbawa ini dapat disupport pembinaan Tauhidnya. “Saya Support sekali diseluruh wilayah terdapat program pembinaan dan Pemantapan Tauhid, terlebih lembaga dan SDM-nya kuat. Pungkas Rafiq.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Bupati Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah, Dewan pembina YPJO, Dr Aji Dedi Mulawarman, Ketua yayasan YPJO, Dr Ari Kamayanti, Kordinator YPJO regional Sumbawa Ustadz Syukri Rahmat, SAg. OPD terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda yang ada di Sumbawa.
Acara sosialisasi dirangkai dengan pelantikan pengurus aktivis peneleh regional Sumbawa dan kuliah umum kepemudaan dengan mengangkat tema “Realitas Pemuda Tanpa Jangkar Kebudayaan, (Berbudaya atau Bergaya)”.
Dalam laporannya, Koordinator YPJO Regional Sumbawa, Syukri Rahmat SAg, berharap dengan kehadiran YPJO di Sumbawa dapat membawa manfaat dan keberkahan yang besar untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat Kabupaten Sumbawa, Indonesia serta dunia pada umumnya.
“Peneleh hingga saat ini telah memiliki 40 jaringan institusi baik di dalam dan luar negeri.beber Ustadz Syukri yang juga ketua PD Masyarakat Ekonomi Syariah Sumbawa ini.
“Dalam menjalan visi dan misinya, peneleh mempunyai banyak program, antara lain yang terus dikembangkan di seluruh indonesia adalah Diksarnas bagi para aktivis, dan
baru-baru ini di Sumbawa digelar diksarnas ke XIII di Batu Tering dengan dua puluh kader
Selain itu, Peneleh juga punya lembaga riset dan penerbit
Yang sedang dikerjakan di NTB yakni pembangunan Masjid Kampus dan Pusat Pendidikan Gratis UruP..Tepatnya di Dusun Pelita Masa Desa Kelawis Kecamatan Orong Telu dan di Desa Sembalun Lombok Timur” Urainya.
“Proses pembangunannya saat ini insya Allah mulai memasuki fase kedua, pemerataan lahan..Sebelum kegiatan akademik dimulai Peneleh telah melakukan pembinaan kepada masyarakat yakni melatih ibu-ibu PKK di Kelawis membuat sabun cuci tangan, kemudian menghadirkan guru ngaji dan penanaman pohon.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar dan Sukses. Terima kasih kepada Bupati Sumbawa dan Ketua DPRD Kab. Sumbawa yang telah hadir dan memberikan sambutan Pungkas Ustadz Syukri.
Sementara itu, Dewan Pembina YPJO, Dr Aji Dedi Mulawarman, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa peneleh memiliki arti pilihan, dimana lembaga yang didedikasikan dalam menggerakkan ide dan upaya perubahan sosial kebudayaan menuju peradaban nusantara yang berketuhanan, adil, makmur dan sejahtera.
Dijelaskannya, bahwa organisasi ini merujuk secara historis pada rumah Jang Oetama, HOS Tjokroaminoto, sang guru bangsa di jalan Peneleh, Surabaya. Bahwa dirumah itu, berkumpul anak-anak muda dan tokoh-tokoh pergerakan seperti H Agoes Salim, KH Wahab Chasbullah, Soekarno, Kartosoewirjo, Hamka,dan lain-lain, yang berdialektika dalam dialog relegiusitas dan kebangsaan dengan visi memerdekakan Nusantara dari penjajahan dunia.
Sementara itu tentang masjid kampus dan pusat pembelajaran gratis uRup, merupakan konsep yang diambil dari falsafah Urup iku Urip (Jawa) yang artinya hidup harus tetap menyala dan memberikan kebermanfaatan bagi semesta alam.
Dikatakannya, bahwa masjid kampus dan pusat pembelajaran gratis uRup ini dibangun sebagai sarana pendidikan non formal yang menghadirkan para Abdi guru yaitu dosen-dosen dari perguruan tinggi yang siap mewakafkan ilmunya tanpa dibayar.
Dijelaskannya, bahwa terdapat tiga hal yang menjadi semangat YPJO dalam membangun kampus dan pusat pembelajaran gratis uRuf. Adapun ketiga hal tersebut yaitu panggilan spiritualitas, panggilan kebangsaan dan panggilan moralitas.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah, sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi masjid kampus dan pusat pembelajaran gratis uRup di Daerah ini, tepatnya di Desa Kelawis, Kecamatan Orong Telu.
Menurutnya, yayasan ini sangat concern dengan pendidikan, keagamaan dan kebangsaan yang tentunya sangat dibutuhkan di Kabupaten Sumbawa. Untuk itu, dirinya berharap kegiatan ini juga disosialisasikan di lokasi tempat pembangunan masjid kampus dan pusat pembelajaran gratis uRup dengan melibatkan camat dan kepala desa.
“Kegiatan apapun yang akan dilaksanakan agar selalu melibatkan camat dan kepala desa, sebab mereka adalah perpanjangan tangan dari Pemerintah Daerah di tingkat kecamatan,” terangnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan agar kegiatan ini dapat diperlihatkan dalam tindakan nyata, sehingga masyarakat mendapatkan edukasi dari contoh-contoh yang diberikan.*Ai9)
