Produksi Padi di Sumbawa Tahun Ini Meningkat

0
IMG-20250311-WA0009

Sumbawa-Besar,Ai9News.id – Produksi padi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Pada Tahun 2024 produksi padi mencapai 300.935 ton, sementara tahun ini pada tanam musim hujan produksi padi petani sudah mencapai 291.988 ton.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, produksi hasil pertanian Kabupaten Sumbawa untuk komoditas padi tahun 2024 dari luas tanam 66.535 hektare, mencapai 300.935 ton, dengan rincian produksi padi sawah sebanyak 295.810 ton dan produksi padi gogo sebanyak 5.124 ton.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, yang dikonfirmasi pada Selasa, (11/3/2025) mengatakan tahun ini cuaca sangat mendukung sehingga produksi padi petani meningkat karena luas tanam juga meningkat. Berbeda dengan tahun sebelumnya terjadi fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan dan kemarau panjang, sehingga produksi padi di Kabupaten Sumbawa terdampak pada 11.719 hektare.

“Produksi padi tahun lalu dari luas panen 54.816 hektare sebanyak 300.935 ton. Sedangkan tahun ini untuk tanam musim hujan dari luas panen 54.072 hektare, sebanyak 291.988 ton” ungkapnya.

Produksi padi di Kabupaten Sumbawa tetap stabil dan bertambah karena didukung oleh beberapa sumber air bendungan-bendungan besar maupun embung.

“Saat ini sebagian besar petani padi di Kabupaten Sumbawa yang tanam pada musim hujan, sedang melakukan persiapan panen bahkan ada juga yang sudah panen dan kembali melakukan persiapan tanam” lanjutnya.

Ni Wayan Rusmawati meminta kepada seluruh petani agar selalu mengikuti anjuran dan pola tanam yang dianjurkan oleh pendamping Dinas Pertanian di lapangan agar tidak terjadi gagal panen pada musim tanam kemarau 1.

Selain itu, pemerintah pusat pun mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Sumbawa dengan memberikan sekitar 81 unit pompa air besar di tahun 2024 melalui Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.

” Ada sekitar 81 unit dan 144 unit untuk program mesin barigade di tahun 2024 yang dikelola oleh BPP di masing-masing kecamatan membantu mengatasi masalah kekeringan pada musim kemarau sehingga adanya gagal panen berkurang” pungkasnya. (Jas/ PKL)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *