Reses Di Pemasar Irwandi Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

Sumbawa Besar,Ai9News.id— inovasi wakil rakyat dalam melaksanakan reses menjadi daya tarik bagi konstituennya. Termasuk yang dilakukan Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Dapil III Irwandi dari Fraksi Hanura Bersatu menggandeng Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sumbawa dalam menyerap aspirasi masyarakat dan menyampaikan Urgensi masyarakat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Saya telah melaksanakan reses selama empat hari sesuai dengan jadwal yang telah diberikan Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Sumbawa yakni tanggal 22 – 25 Agustus 2022 lalu di empat titik meliputi Desa Pemasar Kecamatan Plampang, Dusun Jotang Bawa, dan Dusun Jotang Atas Desa Jotang Kecamatan Empang dan Desa Simu Kecamatan Maronge,” urainya
Kemudian lanjutnya selama dua hari Saya menggandeng BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sumbawa di desa Pemasar dan Desa Simu sekaligus menjelaskan urgensi dalam keikutsertaan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Alhamdulillah, respon dari masyarakat sangat bagus. Setelah mereka memahami secara gamblang tentang masalah BPJS ketenaga kerjaan mereka berbondong-bondong bondong mendaftarkan dirinya” Ungkap Irwandi politi Hanura ini.
“Hal ini sangat penting kami sampaikan karena fakta lapangan masalah keberadaan BPJS tenaga kerjaaan asumsi awal masyarakat secara umum bahwa BPJS ketenaga kerjaan hanya untuk tenaga kerja atau pekerja yang berada di kantor dan berada di perusahaan-perusahaan, setelah dipaparkan dan sosialisasikan mengenai BPJS ketenagakerjaan bisa juga diperuntukkan untuk petani, pedagang, nelayan tukang ojek dan sebagainya yang merupakan pekerja mandiri atau pekerja bukan penerima upah (BPU)”
“Jadi respon dari masyarakat sangat luar biasa karena semua pekerjaan itu pasti memiliki resiko. sehingga saya bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan suatu pencerahan hanya dengan membayar iuran seberapa Rp. 16.500 perbulan sudah tercover jaminan asuransi Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) mereka dan ini tidak diminta minta, namun akan memberikan kelegaan dan ketenangan dalam bekerja jika terjadi faktor resiko, ada BPJS Ketenagakerjaan yang menanggung” Ungkap Irwandi.
Hal lain yang penting juga diperhatikan selama reses adalah saya menemukan suatu kasus stunting di salah satu Desa yaitu Desa Pemasar. Ternyata di Desa Pemasar tingkat stuntingnya sangat tinggi dan saya berharap kepada Pemerintah Daerah untuk merespon kasus-kasus seperti ini, agar kasus stunting ini bisa berkurang atau bisa terkendalikan melalui program-program yang ada di Dinas kesehatan seperti ketersedian asupan nutrisi salah satunya dengan minum madu.
“Kami harapkan Program Pemerintah Daerah untuk penanganan Stunting lebih cepat dan masiv misalnya program Jumat minum madu, dengan mengintegrasikan dengan leading sektor terkait di sekolah-sekolah. Sehingga program itu untuk menambah gizi para anak-anak kita” Pungkas Irwandi.(Enk/Ai9News)