TPID Sumbawa Pastikan Harga Bapok Aman Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Oplus_131072
Sumbawa-Besar, Ai9News.id–Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat sinergi dalam pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni Idul Fitri 2026 melalui pelaksanaan pasar murah maupun penjualan paket sembako murah.
“Langkah itu, sebagai upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumbawa mengintensifkan pelaksanaan pasar murah dan penjualan paket sembako murah di berbagai lokasi di Kabupaten Sumbawa umbawa melalui instansi pemerintah, swasta hingga Danantara yang ada,” ungkap Ketua TPID Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo.
Ia mengatakan dalam pengendalian inflasi di daerah perlu peran serta semua pemangku kepentingan terkait serta pengusaha yang ada.
“Dalam menjaga stabilitas inflasi penting adanya semangat gotong royong seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga, khususnya untuk komoditas yang kerap memicu inflasi,” jelasnya saat ditemui media ini pada Selasa, (17/03).
Dijelaskannya salah satu komoditas yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah cabai yang sering menjadi penyumbang utama inflasi di daerah. Karena itu, melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Gerakan Pangan Desa Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) dengan menanam cabai dan sayur-sayuran lannya di halaman rumah agar fluktuasi harga komoditas tersebut dapat dikendalikan secara lebih efektif.
“Secara historis inflasi di Kabupaten Sumbawa menjelang hari besar keagamaan ini cenderung meningkat, sehingga penguatan koordinasi melalui TPID menjadi langkah penting yang kami laksanakan dalam menjaga stabilitas harga pangan,” terangnya.
Adapun sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai dan berpotensi menyebabkan inflasi menjelang hari raya idul fitri antara lain cabai rawit, beras, daging ayam, dan bawang merah.
“Dalam upaya menjaga ketahanan pangan, perlu mengintegrasikan antara petani, pelaku usaha, perbankan hingga pemerintah daerah dalam satu ekosistem ketahanan pangan,” ujarnya.
Budi prasetiyo mengungkapkan sejumlah langkah konkret yang dilakukan antara lain penyelenggaraan pasar murah, penjualan paket sembako murah, peningkatan pengawasan distributor, serta penguatan kerja sama antar daerah.
Ia juga memastikan ketersediaan sejumlah bahan pokok seperti beras, gula dan minyak goreng serta kesiapan bulog dalam mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.(ikh)
