Upaya Menjaga dan Melestarikan Bawah Laut Sumbawa
Sumbawa-Besar, Ai9News.id-Berbagai cara dilakukan oleh kepolisian hingga masyarakat untuk mencegah kerusakan lingkungan bawah laut akibat penangkapan ikan secara ilegal. Upaya tersebut meliputi sosialisasi, transplantasi terumbu karang, hingga pembangunan pos pantau Pulau Moyo yang diresmikan pada Kamis, (27/2/2025).
Pulau Moyo dan Pulau Satonda saat ini telah termasuk dalam kawasan Taman Nasional yang keberadaannya perlu dirawat dan dijaga dengan baik. Hal ini mencakup perlindungan habitat yang ada, termasuk terumbu karang, ikan, dan ekosistem lainnya, agar dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya.
Direktur Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda NTB, Kombespol Andree Ghama Putra, mengatakan bahwa sebagian wilayah terumbu karang di Kabupaten Sumbawa kerap menjadi lokasi penangkapan ikan secara ilegal, termasuk dengan penggunaan bom ikan dan metode merusak lainnya.

“Sebagai upaya mencegah dan menghalangi aktivitas tersebut, kami dari Polairud Polda NTB membangun pos pantau di Pulau Moyo, tepatnya di Pantai Dolugama, Dusun Sebaru, Desa Sebotok, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa” sambungnya.
Ia mengatakan Pos Pantau Pulau Moyo, dapat memantau aktivitas nelayan di wilayah Taman Nasional Pulau Moyo dan Pulau Satonda. Juga untuk memantau aktivitas nelayan di wilayah utara maupun barat. Selain itu juga untuk memantau jalur pelayaran karena di depan pos pantau merupakan jalur laut dari Barat menuju Indonesia bagian timur.
“Kami juga bersama kelompok masyarakat penggerak konservasi maupun kelompok peduli lingkungan seperti Sumbawa Grow Up (SGU), Wildlife Conservation Society (WCS), serta pemerintah desa maupun masyarakat melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang” terangnya.
Untuk mencegah aktivitas ilegal, lokasi-lokasi yang berpotensi dikembangkan sebagai objek wisata bawah laut akan dijadikan wisata bahari. Dengan demikian, masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaat ekonomi dari ekowisata ini.
Selain sosialisasi kepada masyarakat, peresmian Pos Pantau Pulau Moyo juga dirangkaikan dengan kegiatan transplantasi terumbu karang dan pembagian bantuan kepada masyarakat di Desa Sebotok pada Jumat, (28/2/2025).
“Upaya menjaga ekosistem laut ini penting kita lakukan karena perairan di Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu destinasi wisata yang digemari baik oleh masyarakat setempat maupun wisatawan domestik dan mancanegara” tegasnya.
Meskipun kondisi terumbu karang di Kabupaten Sumbawa, termasuk di Pantai Dolugama, Pulau Moyo, masih cukup terjaga dengan baik, tetap ada bagian yang mengalami kerusakan akibat cuaca buruk serta aktivitas manusia.
Sementara itu, Kepala Desa Sebotok, Subawahi, mengungkapkan pentingnya menjaga alam bawah laut agar tetap indah. “Kami pemerintah desa bersama masyarakat sangat mendukung penuh pendirian Pos Pantau Pulau Moyo di Pantai Dolugama, Dusun Sebaru, Desa Sebotok” ungkapnya.
Akibat masih adanya aktivitas penangkapan ikan secara ilegal yang dilakukan oleh masyarakat, kondisi sebagian terumbu karang di Kabupaten Sumbawa cukup memprihatinkan. Namun, beberapa lokasi masih dalam kondisi baik dan sangat cocok untuk kegiatan transplantasi terumbu karang.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan. Sebab, mengembalikan alam yang sudah rusak atau tercemar membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bertahun-tahun. (Jas/PKL Pnj/ Lun/ Lis)
